Jumat, 24 Mei 2013

Mengenal Tanaman Sanseviera (Lidah Mertua) – 5

Manfaat Tanaman Sanseviera

Selanjut pada bagian terakhir artikel ini akan berbicara tentang manfaat tanaman Sanseviera atau lidah mertua. Sebelum diketahui manfaatnya, lidah mertua hanya dikenal sebagai gulma yang tumbuh dengan mudah di semak-semak. Apalagi sebelum ditemukannya berbagai varian warna dan bentuk daun Sanseviera yang memiliki nilai estetika tinggi. Sehingga, tanaman ini lebih sering dipandang sebelah mata.

Perkembangbiakannya yang cepat ketika tumbuh di lahan sering membuat kesal. Sehingga, tanaman ini lebih sering diabaikan dari pada dibudidayakan. Sampai kemudian para hobiis tanaman hias menemukan berbagai varian menarik dari daun tanaman ini. Mereka mencoba merawat dan menanam tanaman ini dalam polibag dan terlihat cantik. Selanjutnya tanaman ini mulai populer sebagai tanaman hias yang mempercantik taman maupun ruangan. Seiring dengan itupun, mulai terkuak berbagai manfaat tanaman ini. Baik yang ditemukan melalui berbagai penelitian maupun yang sudah dipercayai di tengah masyarakat secara turun temurun. Semenjak itu, tanaman ini mulai dilirik dan dibudidayakan. Bahkan keindahan daunnya dengan mudah ditemukan menghiasi taman, ruangan rumah, ruang kantor hingga dekorasi berbagai hotel dan gedung mewah.

Nah, berikut adalah beberapa manfaat dari tanaman Sanseviera ini:

  1. Tanaman hias yang mempercantik dekorasi ruangan

    Keindahan bentuk dan varian warna daunnya membuat penampilan fisik tanaman ini penuh estetika. Jadi, jangan heran jika menemukan tanaman ini menghiasi berbagai interior dan eksterior ruangan. Bahkan, Sanseviera mungil sering dijadikan sebagai bunga meja menggantikan bunga plastik hiasan.

  2. Menyerap gas-gas polutan

    Salah satu keunggulan Sanseviera adalah tanaman ini mampu menyerap racun atau polutan dari udara. Sehingga udara di sekelilingnya menjadi lebih bersih. Jenis-jenis polutan yang bisa diserap oleh tanaman ini antara lain adalah senyawa benzene, karbon dioksida, asap rokok, xylene, formaldehid, triklorotilen. Setiap helai daun Sanseviera diketahui mengandung suatu zat yang disebut pregnane glycoside. Senyawa pregnane glycoside ini memiliki kemampuan mengurai zat-zat beracun (polutan) tersebut menjadi senyawa organik, gula dan asam amino yang dapat menunjang pertumbuhan tanaman. Jadi, secara tidak langsung tanaman Sanseviera ini ikut berkontribusi mencegah terjadinya pemanasan global akibat penumpukan gas-gas rumah kaca.

  3. Mengatasi Sick Building Syndrome

    Sick building syndrome adalah kondisi ruangan yang tidak sehat akibat tingginya konsentrasi karbondioksida, asap rokok dan penggunaan AC yang terus menerus. Satu pot tanaman Sanseviera berdaun 5-6 helai sudah cukup untuk kembali menyegarkan kondisi ruangan yang jenuh karena akumulasi berbagai zat-zat beracun tersebut. Selain itu tanaman ini juga mampu menyerap bau tidak sedap dari ruangan. Sehingga, tanaman ini juga bisa diletakkan di sudut dapur atau kamar mandi.

  4. Mereduksi radiasi gelombang elektromagnetik

    Selain itu Sanseviera juga bermanfaat mengurangi radiasi gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan oleh alat-alat elektronik seperti komputer, televisi dan sebagainya. Karenanya, sangat disarankan untuk meletakkan satu pot tanaman Sanseviera di dekat perangkat elektronik di ruangan rumah atau kantor Anda.

  5. Tanaman obat

    Di beberapa daerah seperti Mexico, China, Inggris, Malaysia dan Indonesia, Sanseviera dikenal sebagai tanaman obat. Tanaman ini dipercaya bermanfaat untuk mengobati sakit telinga, gatal-gatal, merangsang pertumbuhan rambut, sakit gigi, menurunkan panas, batu ginjal, peluruh urine dan lain-lain.

Nah, ternyata Sanseviera memiliki banyak manfaat bukan? Yuk menanam dan merawat Sanseviera di rumah! Hitung-hitung ikut berkontribusi mengurangi konsentrasi polutan dan gas-gas rumah kaca di lingkungan Anda.

Oleh: Neti Suriana
Related Posts : acun , daun , gas-gas , gelombang elektromagnetik , glycoside , helai , hias , lidah mertua , manfaat , neti suriana , polutan , pregnane , ruangan , rumah kaca , sanseviera , sick , syndrome , tanaman , varian , zat-zat

0 comments :

Poskan Komentar