Rabu, 03 Oktober 2012

Menjadi Mahasiswa Sukses Tanpa Perlu Ribet



Setiap orang mempunyai anggapan dan pendapat yang berbeda-beda tentang mahasiswa. Ada sebagian orang yang beranggapan kalau menjadi mahasiswa itu gampang. Tinggal datang ke kampus, mendengarkan materi, terus pulang. Empat tahun lagi tinggal wisuda, beres. Tapi ada juga yang berpendapat bahwa menjadi mahasiswa itu sangat-sangat susah. Perlu belajar yang serius, tiap hari tempat nongkrongnya di perpustakaan, bawa buku yag tebel-tebel, tiap hari begadang buat ngerjain tugas, dll.

Semua pandangan tersebut sebenarnya tergantung niat dan keinginan kita masing-masing. Kalau memang kita cuman pengen dapet tittle sarjana, dengan IP pas-pasan dan kuliah molor bertahun-tahun, ya silahkan menjadi mahasiswa KUPU-KUPU (Kuliah Pulang Kuliah Pulang). Tapi kalau memang kuliah serius, mengejar IP Cumlaude, dan dapat pekerjaan di perusahaan asing, tentu saja perlu perjuangan yang cukup keras. Intinya kuliah itu bebas, artinya membebaskan kita memilih jalan hidup kita masing-masing.

Tapi, ada seseorang teman saya yang bilang, “Saya pengen menjadi mahasiswa sukses dengan IP yang bagus, tapi saya juga pengen menikmati masa muda saya yang Gaul dan Santai ini. Apa itu mungkin,?”. Tentu saja MUNGKIN,! Sangat-sangat mungkin malahan. Berikut ini tips, trik, dan vara menjadi mahasiswa sukses tanpa harus menjadi kuper dan kutu buku:

1. Prioritaskan Absensi

Entah apapun alasannya, sebisa mungkin usahakan untuk hadir dalam kegiatan perkuliahan. Ini merupakan salah satu modal dasar untuk menjadi mahasiswa sukses. Walaupun kadang-kadang suka ngantuk dengerin dosen yang cara mengajarnya mirip kayak ceramah masjid, tapi cobalah untuk menahannya sebentar. Nggak ada ruginya kok.

2. Pahami sifat dan Karakter Dosen

Nggak perlu sampe datang ke rumahnya, nanya makanan favoritnya, nama anaknya, warna kesukaannya, dll. Kamu cuman perlu tau sifatnya kayak gimana. Contohnya, dosen saya ada yang langsung memberi nilai A kalau ada mahasiswa yang banyak bertanya sama beliau. Ada juga dosen yang selalu melihat absensi mahasiswanya. Meskipun mahasiswa itu nilainya bagus, tapi kalau absensinya buruk dia nggak segan-segan buat ngasih C.

3. Bergaul dan berteman dengan banyak orang

Siapa bilang untuk menjadi mahasiswa yang sukses harus menjadi mahasiswa kutu buku yang super duper Kuper. Helloo, hari gini masih kuper. Nggak banget kale. Kamu harus memperbanyak teman di kampus. Banyak banget lho keuntungannya. Mereka bisa kamu manfaatkan sebagai teman diskusi bareng, bisa diajak ngerjain tugas bareng, tanya-tanya tentang materi yang belum di mengerti, pinjem buku catatan, dll. Bahkan nantinya kalau kalian sudah lulus pun mereka akan bermanfaat buat mencari pekerjaan. Tapi yang jelas, harus pandai-pandai milih teman. Jangan sampai kalian salah milih teman dan terjermus ke hal-hal yang negatif.

4. Merencanakan Studi dengan Baik

Pernah denger ada mahasiswa yang lulus hanya dalam waktu 3,5 tahun. Pernah denger juga kan mahasiswa yang bertahun-tahun kuliah tapi nggak lulus-lulus. Nah, semua kembali pada pilihan kita masing-masing. Mau lulus cepet apa pengen menunda-nunda sampe 6 tahun. Inilah pentingnya KRS alias Kartu Rencana Studi. Rencanakan semuanya dengan baik sesuai dengan keinginan dan kemampuan kalian.

5. Pinter-pinter me-Manage waktu

Inilah Kunci Sukses orang yang pinter tapi tetep Gahol. Yups, manajemen waktu. Kalian harus pinter-pinter mengatur waktu kalian. Jangan Cuma belajaar doank, atau Cuma hangout di mall doank. Usahakan dua-duanya seimbang. Tapi tetep, kuliah harus jadi prioritas utama.

6. Usahakan Membaca materi 15 menit sebelum kuliah, serta 15 menit sesudah kuliah.

Believe it or not. Hanya dengan membaca materi 15 menit sebelum dan sesudah kuliah, sambil memperhatikan dengan sungguh-sungguh waktu dosen memberi materi, ilmu yang terserap di otak anda sudah mencapai 70%. Ini setara dengan orang yang belajar sendiri 1 -2 jam. Apalagi jika kalian sudah bisa membaca dengan cepat. Dijamin kalian nggak perlu menghabiskan waktu berjam-jam Cuma buat yang namanya belajar.

7. Hadir lebih awal duduk paling depan

Emang kenapa? Duduk dimanapun kan sama aja, yang penting konsen? Memang bener sih, semua tergantung kitanya, yang penting merhatiin dosen. Tapi, menurut pengalaman saya pribadi, duduk di depan bisa meningkatkan konsentrasi seseorang serta meminimalisasi gangguan-gangguan yang ada. Contohny, pernah dulu saya duduk di bangku belakang. Saya sudah berniat dan berusaha untuk konsentrasi, eh temen sebelah saya ngobrol. Alhasil, mau nggak mau kedengaran juga sama saya, jadinya konsentrasi saya menjadi terpecah antara dengerin dosen ngomong sama dengern temenku ngobrol.

8. Kerjakan hari itu juga!

“Ah, lagi males, besok aja!” Kalimat yang sudah sangat biasa saya dengarkan dari seorang mahasiswa. Jujur, saya pun juga sering seperti itu. Tapi akhirnya, saya sendiri yang menanggung akibatnya. Menunda-nunda pekerjaan nggak akan meringankan beban pekerjaan itu, tapi justru malah memperberat tugas kita. Dengan tgas yang semkn lama semakin menumpuk, ditambah lagi kita yang semakin malas mengerjakan, bisa-bisa kita nggak lulus semester ini dan mengulangnya semester depan.

Dari beberapa tips dan trik di atas, kesimpulannya adalah tergantung niat dan kemauan kita masing-masing. Masa depan kita ya ada di tangan kita sendri. Kesuksesan kita juga kita sendiri yang meraih. Jadi, jangan pernah menyerah kawan!

Oleh : Herlina Redz

1 comments :

Poskan Komentar