Selasa, 09 Oktober 2012

Efek Positif dan Negatif dalam Ber-cosplay

Pada artikel sebelumnya tentang cosplay, telah dibahas pengertian dasar cosplay dan cosplay di Indonesia. Seperti yang telah dijanjikan, artikel kali ini akan membahas mengenai efek positif dan negatif dalam ber-cosplay.

Efek Positif

Cosplay dapat menambah kreativitas. Melihat tokoh-tokoh kesukaan di komik, misalnya, seseorang jadi terinspirasi untuk menjadi seperti tokoh kesukaannya itu. Hal itu kemudian menimbulkan proses kreatif, misalnya membuat senjata pedang yang dipakai oleh salah satu tokoh favorit dengan menggunakan kayu, busa hati, cat, dan bahan-bahan lainnya. Jika kita sering membuat kostum ataupun properti seperti senjata dan sebagainya untuk ber-cosplay, kreativitas kita akan bertambah.


Salah satu cosplayer sedang difoto oleh dua orang kameko

Cosplay dapat membuat kita pandai dalam bidang-bidang tertentu. Sebagai contoh, dengan bercosplay, kita dituntut untuk berperan sesuai karakter yang kita bawakan. Entah karakternya terkesan selalu ceria, berwajah dingin, atau muram. Nada bicaranya juga berpengaruh. Untuk memerankan itu semua, dibutuhkan akting. Kemudian, contoh lainnya, untuk membuat sendiri kostum berbahan dasar kain, diperlukan keterampilan jahit-menjahit. Ada juga cosplay cabaret, semacam drama dengan tokoh-tokoh dari sumber tertentu (misal: anime) yang di-cosplay-kan, dan cerita yang ditampilkan entah dari parodi anime tersebut atau bahkan dibuat sendiri. Untuk membuat cerita cosplay cabaret, diperlukan skill dalam bidang penulisan.

Hal yang tak kalah pentingnya adalah cosplay dapat menambah teman, mulai dari sesama cosplayer, kameko (pemotret cosplay), hingga sekadar pengagum karakter yang kita cosplay-kan. Dengan adanya teman sehobi, pertemanan kita akan terasa lebih menyenangkan. Kita juga dapat merencanakan photo session ataupun ke event bersama teman-teman kita dari dunia cosplay. Bahkan semakin luas koneksi kita, kita juga bisa bertemu dengan orang-orang hebat, seperti cosplayer terkenal dari luar negeri.


Ber-cosplay sejak usia belia, mengapa tidak?

Cosplay juga dapat menambah kepercayaan diri. Misalnya, jika kita bercosplay di suatu event dan cosplay kita menarik, biasanya kita akan difoto. Kita juga dapat bermain cosplay cabaret di atas panggung, melatih kepercayaan diri untuk tampil di depan umum.

Cosplay dapat merupakan sarana untuk mencari uang. Misalnya, bekerja sebagai event organizer di bidang cosplay. Atau menjual wig dan jasa pembuatan kostum.

Efek Negatif

Meski demikian, cosplay adalah salah satu hobi yang memerlukan biaya untuk melakukannya. Mahal murahnya kostum tentu tergantung dari tingkat kerumitan kostum dan pada siapa kita membuatnya. Misalnya, kostum yang dibuat oleh penjahit tentu akan lebih mahal dibandingkan jika kita membuatnya sendiri. Namun, jika kita pandai-pandai mencari cara yang tidak terlalu mahal tapi tetap berkualitas untuk membuat kostum kita, hal ini tidak terlalu menjadi masalah.

Pada tulisan berikutnya tentang cosplay, penulis akan membahas tentang pengenalan wig, salah satu elemen yang cukup diperlukan dalam cosplay.

Oleh : Jessica Yulianti

Related Posts :