Rabu, 24 Oktober 2012

Amalan Utama di Bulan Dzulhijjah

Dalam penanggalan Hijriah, kita mengenal ada empat bulan haram. Empat bulan haram tersebut adalah: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharam dan Rajab. Mengapa disebut bulan haram? Karena pada bulan-bulan tersebut ummat muslim dilarang berperang, kecuali untuk mempertahankan diri bila diserang. Allah sendiri yang menetapkan dan mengagungkannya dalam Al quran, ketika berfirman:
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu (QS. At-Taubah: 36).

Salah satu bulan haram yang sangat dikenal adalah bulan Dzulhijjah, atau dikenal juga dengan bulan haji. Bulan ini sangat istimewa, karena di dalamnya ummat islam melakukan sebuah ritual ibadah yang sangat besar, yaitu ibadah haji.

Karena Allah telah memuliakan bulan Dzulhijjah, maka amal ibadah di dalamnya juga bernilai istimewa. Terutama pada sepuluh hari pertama di bulan ini. Mengenai keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini, Rasulullah Saw telah bersabda:
“Tidak ada suatu hari yang lebih mulia di sisi Allah dan amal di dalamnya lebih dicintai oleh Allah, selain hari-hari yang sepuluh. Maka perbanyaklah di dalamnya bacaan tasbih, tahmid, tahlil dan takbir.” (HR. Thabrani).

Jadi, apa sih amalan utama bagi ummat muslim yang sedang tidak melaksanakan ibadah haji pada bulan tersebut? Nah, bagi kita yang belum memiliki rezeki yang cukup untuk melaksanakan ibadah haji, atau sedang tidak melaksakan haji ketika bertemu dengan bulan Dzulhijjah, ada beberapa amalan utama yang bisa dilakukan dalam rangka mendekatkan diri pada Allah swt, diantaranya yaitu:
  • Memperbanyak Dzikir (mengingat Allah) dan membacakan kalimat-kalimat Thoyyibah.
    Sebagaimana hadist Rasulullah Saw yang diriwayatkan oleh Thabrani di atas, bahwa Rasulullah Saw mengajarkan pada kita untuk memperbanyak Dzikir pada hari-hari yang sepuluh, yaitu dengan banyak membaca kalimat thoyyibah seperti tasbih (subhanallah), tahmid (alhamdulillah), tahlil (laillahaillallah) dan takbir (Allahu akbar)
  • Puasa Sunnah terutama di hari Arafah (9 Dzulhijjah)
    Dalam buku ‘Fiqh Puasa’, Dr. Yusuf Qardawi mengatakan bahwa menjalankan ibadah puasa pada sepuluh hari yang pertama bulan Dzulhijjah –kecuali hari yang ke sepuluh yang diharamkan berpuasa karena termasuk hari tasyrik-- merupakan seagung-agungnya atau sebaik-baiknya media untuk mendekatkan diri pada Allah swt. Dan diantara hari-hari tersebut yang paling utama adalah hari ke sembilan, di mana kita menyebutnya dengan hari arafah. Hari Arafah merupakan hari di mana, para jamaah haji sedang melaksanakan wukuf di arafah dalam keadaan kusut masai dengan pakaian ihramnya sebagai media untuk mendekatkan diri pada Allah Swt. Sementara umat islam yang lain –yang tidak melaksanakan ibadah haji--, di rumah dan di negerinya masing-masing di sunnahkan untuk berpuasa.
  • Sholat Ied dan Mendengarkan Khutbah dengan Khusyuk
    Ibadah yang paling utama dilakukan oleh ummat islam pada hari ke sepuluh bulan Dzulhijjah adalah Sholat Ied dan Mendengarkan Khutbahnya dengan khusyuk.
  • Berqurban
    Ibadah lain yang utama dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah adalah berqurban. Dalam salah satu Hadistnya Rasulullah Saw menjelaskan tentang keutamaan ibadah Qurban ini: “Tidak ada amal ibadah yang dikerjakan oleh anak Adam pada hari raya qurban yang lebih dicintai oleh Allah swt melebihi penyembelihan hewan qurban. Sesungguhnya hewan-hewan qurban itu akan datang di hari kiamat nanti kepada orang-orang yang mengamalkannya seperti keadaan semula. Yaitu lengkap dengan anggota-anggotanya, tulang-tulangnya, tanduknya dan bulu-bulunya. Sebelum darah hewan itu jatuh ke tanah jatuh lebih dahulu ke tempat yang telah disediakan oleh Allah swt (tempat pahala). Oleh sebab itu, kerjakanlah ibadah korban dengan penuh keikhlasan.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah dari ‘Aisyah ra.).

Oleh: Neti Suriana

0 comments :

Poskan Komentar