Senin, 15 Agustus 2011

MERAWAT BENIH IKAN LELE

Sebelum telur menetas menjadi benih sebaiknya agar dilakukan pencegahan terhadap gangguan jamur yaitu bisa dengan melalui sterilisasi air yang akan digunakan sebagai medianya dengan cara dibersihkan. Kemudian setelah menetas hingga berumur 3 hari gerombolan larva lele tidak usah di beri makanan karena masih mempunyai cadangan makanan didalam tubuhnya berupa kantong kuning telor. Keesokan harinya barulah di kasih makanan khusus benih bisa berupa infusoria atau rotifera.

Pada usia lima hari larva kemudian dipindahkan ke kolam yang lebih luas ukurannya. Untuk ukuran luas kolam ipukan(Kolam yang ditutup dengan atap di atasnya sehingga tidak terkena sinar matahari langsung) bervariasi antar 5 sampai 10 m² sedangkan tinggi air antara 50 sampai 75 cm². cara memindahkan larva dari kolam penetasan ke kolam ipukan bisa dengan cara membuang air sedikit demi sedikit sambil menadahi air tersebut dengan kain yang direntangkan atau jarring yang rapat dan sebagainya sehingga larva tidak bercecer dan tergencet sehingga dapat meyebabkan benih stress. Lama masa pemeliharaan benih cukup 14 hari dan selama pemeliharaan berilah cukup pakan yang bergizi tinggi seperti kutu air, cacing, jentik nyamuk, serta pakan alami lainnya secara terus menerus

Maka setelah benih berumur lebih dari dua minggu sudah harus di pelihara lebih lanjut di kolam khusus yang telah dipersiapkan yaitu kolam pendederan yaitu kolam yang sudah tidak perlu di kasih atap. Sedangkan media yang digunakan dapat berupa kolam tanah biasa atau kolam berdinding semen sementara dasarnya tetap dibiarkan tanah. Kolam harus dipersiapkan terlebih dahulu dengan tujuan menumbuhkan makanan alami yang angat dibutuhkan oleh benih. jika luas kolam 50m² maka pemberian kapur dua kali lipatnyacaranya di tabur secara merata di dasar kolam dan biarkan selama 2 – 3 hari, kemudian lakukan pemupukan dengan (kotoran ayam) yang sudah menjadi tanah kemudian aliri hingga setengah luas kolam setelah itu biarkan 3 – 5 hari tujuannya untuk menumbuhkan makanan alami berupa fitoplankton dan zooplankton yaitu antara 4 – 5 hari.

Setelah air berubah warnamenjadi hijau boleh ditebarkan benih lele sesuai dengan kapasitas kolam dengan perbandingan luas. Penebaran hendaknya dilakukan pada pagi atau sore hari saat udara masih sejuk dan setelah ikan di pindahkan tambahkan air pada kolam yang jika semula tinggi air 30 cm tambahkan secara berangsur angsur hingga mencapai 60 – 75cm.

Lama pemeliharaan cukup satu bulan atau 30 hari. Untukmenghindari sifat kanibal perlu diberikan makanan tambahan yang cukup bisa berupa dedek halus (bekatul) yang ditebarkan secara merata ti permukaan kolam. Makanan tambahan sepertipelet juga dapat ditambahkan namun carap pemberiannya tidak ditaburkan diatas permukaan kolam melainkan dengan dibuatkan suatu tempat atau wadah bisa terbuat dari kayu atau kasa nyamuk dengan tujuan supaya makanan pellet tersebut tidak jatuh meluncur langsung kedalam dasar kolam melainkan untuk mencegah pembusukan makanan.

Kemudian untuk mencegah atau memperkecil resiko terjadinya mati massal sebelum berumur sebulan atau 30 hari bisa dengan cara memberikan oksigen yang cukup dengan menggunakan alat sirkulasi air (pompa udara) yang suka dipakai pada akuarium tujuannya agar ada oksigen yang masuk serta kebersihan air terjaga, kemungkinan makanan yang diberikan terlalu besar sehingga tidak sesuai denga lebar mulut benih hingga sulit mencernanya ,serta memeriksa kolam (bak pemijahan, sarang, ijuk) untuk memastikan air kolam pemijahan hingga benar benar bersih tidak ada hewan lain selain benih ikan untuk memastikan agar benih terhindar dari predator atau pemangsa.

Selain pencegahan yang dilakukan di atas juga ada beberapa yang perlu di perhatikan oleh faktor-faktor tersebut diantaranya:

A. Suhu air

Usahakan suhu air untuk pemijahan, perawatan benih menunjukan stabilitas selama satubulan, sebab perbedaan suhu 2°c saja baik perubahan dari dingin ke panas maupun sebaliknya akan mengakibatkan nafsu makan benih berkurang sehingga daya tahan tubuhnya pun menurun.

B. Pemberian makanan

Pemberian makanan harus tepat waktu artinya jika pemberian makanan di lakukan 4 kali pada jam yang sudah ditentukan maka hari berikutnya pun harus di jam yang sama, di anjurkan makanan yang alami seperti kutu air, infusoria, rotifer dan cacing karena apabila tidak habis di konsumsi maka masih tetap hidup melayang laying didalam air sehingga mampu menekan tingkat kebususkan yang disebabkan dari sisa makanan yang mengendap.

C. Oksigen

Selain faktor makanan , oksigen sangatlah penting. Karena benih yang berdiam diri tak bergerak dengan posisi menggantung merupakan satu tanda bahwa benih kekurangan oksigenterlarut didalam air.gelagat yang demikian apabila tidak diberikan tindakan cepat maka akan mengakibatkan mati lemas.
Cara penanganannya dengan mengurangi air kolam serta membersihkan sisa kotoran makanan kemudian tambahkan air kolam dengan air yang baru yang telah diendapkan dan dilakukan rutin seminggu 2 sampai 3 kali.

Oleh :
  • Budi santoso
  • Muhammad Riyadi

Related Posts :